Nama: Irfan
Naufal F.
Gunungpring, Muntilan, Magelang
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Gunungpring adalah
desa di
kecamatan Muntilan,
Magelang,
Jawa Tengah,
Indonesia.
Desa ini menjadi rintisan 'desa pendidikan' karena Desa Gunungpring
terdapat berbagai lembaga pendidikan yang berkualitas maupun memiliki
nilai sejarah. Diantaranya: RA Muslimat NU Gunungpring 1 (Karaharjan),
RA Muslimat NU Gunungpring 2 (Ngadisalam), RA Muslimat NU Gunungpring 3
(Santren), RA Muslimat NU Gunungpring 4 (Bintaro), selain itu juga
terdapat TK Aisyiyah Bustanul Athfal Nepen, merupakan Taman Kanak-kanan
dengan prestasi dan kualitas terbaik; SD Muhammadiyah Gunungpring,
sebagai sebuah sekolah unggulan tingkat SD yang selalu membawa nama baik
dalam berbagai kompetisi di berbagai level; SMP Muhammadiyah Plus
Gunungpring, sebuah sekolah baru yang berlokasi di Desa
Karaharjan.
SD Terpadu Ma'arif Gunungpring, didirikan sebagai bentuk kepedulian
warga NU akan kebutuhan sekolah berkualitas dan akhirnya juga mendirikan
SMP Ma'arif Muntilan. Di desa Gunungpring juga memiliki pesantren yang
terkenal dengan nama Pondok Pesantren Darussalam Watucongol. Desa ini
dapat dikatakan sangat religius meskipun beberapa orang mengatakan bahwa
tradisi sudah bercampur dengan agama sehingga sudah menjadi budaya di
desa ini. Melihat masuk ke desa ini, akan kita saksikan sebuah gunung
tempat berziarah yang dapat dikatakan tak pernah sepi dari pengunjung.
Gunung inilah yang kemudian menjadikan nama desa ini, Gunungpring
(gunung bambu) karena gunung ini dipenuhi dengan pepohonan bambu yang
sangat rimbun. Di puncak gunung ini, terdapatlah banyak makam Wali
(Kiai) yang melegenda seantero daerah Magelang, bahkan Se jawa tengah
dan DIY. Beberapa silsilah keturunan kraton Yokyakarta juga disemayamkan
di makam Gunungpiring yang menjadikan makam ini menjadi salah satu
makam Kerajaan DIY. Sedangkan pondok pesantren Watucongol, adalah
pesantren salaf yang sudah sangat tua. Saat ini pondok pesantren
Watucongol dipimpin oleh Kiai Ahmad Abdul Haq (Mbah Mad). Ia sangat
disegani oleh banyak ulama lainnya karena kharisma dan 'kewalian' yang
dipercayai masyarakat ada padanya. Tatkala ada yang sakit, ada hajat,
mau maju jadi pejabat, kebanyakan orang akan 'sowan' ke Mbah Mad untuk
minta doa restu. Bahkan, Gus Dur, Megawati, Wiranto, Akbar Tanjung dan
tokoh negeri ini pernah datang ke Pondok Pesantren ini.